|
|
Judul Buku |
: |
Mukjizat Al-Quran, Ditinjau Dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah Dan Pemberitaan Gaib |
|
Penulis |
: |
M. Quraish Shihab |
|
Penerbit |
: |
Mizan Bandung |
|
Volume |
: |
316 halaman |
|
Cetakan |
: |
Pertama, Agustus 2007 (edisi mutakhir dengan desain baru) |
|
Peresensi |
: |
Zayadi |
Menelaah buku ini seperti mengembara pada dimensi ruang ilmu yang sarat makna. Semakin dibaca dan ditelaah, semakin beragam makna dan ilmu yang kita dapat. Bukan saja karena buku ini menampilkan argumentasi-argumentasi yang dahsyat mengenai topik kajian mukjizat Al-Qur'an, akan tetapi yang paling penting adalah dia disajian dengan bahasa yang mudah dipahami, mudah dicerna serta berimbang dalam menampilkan argumentasi dan latar belakang persoalan serta analisisnya dalam ranah tafsir. Berimbang dalam arti bahwa yang disajikan bukan saja nukilan-nukilan dari para ulama-ulama Islam, akan tetapi juga komentar dari tokoh-tokoh yang tidak mempercayai Al-Qur'an sebagai sebuah kitab suci yang agung (h.243) Lihat saja misalnya pada halaman pengantar (Mukaddimah), pembaca telah diajak merenung tentang dimana sebenarnya andil tuhan dalam tata kerja jagad raya dengan menampilkan dialog antara Napoleon Bonaparte dengan sang pakar astronomi Laplace (hlm. 19).
Laplace atau mungkin banyak orientalis-orientalis lainnya banyak menafikan andil tuhan dalam tata kerja alam semesta, namun buku ini telah dengan sangat cerdas dan lugas menjawab setiap keraguan akan andil tuhan dalam tata kerja jagad raya. Buku ini juga menjawab pertanyaan kenapa kota Mekah yang dipilih sebagai tempat diturunkannya firman Allah berupa Al-Qur'an (h.111). Kenapa pula Al-Qur'an menggunakan bahasa Arab sebagai sarana penyampai pesan kepada seluruh umat manusia, kenapa bukan bahasa lainnya? (h. 115)
Al-Quran adalah sebuah mukjizat agung yang ditujukan kepada seluruh umat manusia. Penulis buku membumikan Al-Qur'an ini menelaah variabel kemukjizatan Al-Qur'an dari tiga sisi, dari sisi kebahasaan, dari sisi isyarat ilmiah dan dari sisi pemberitaan ghaib. ketika kita membuka halaman-halaman yang menceritakan tentang mukjizat Al-Qur'an dari sisi aspek kebahasaan, kita bertemu dengan susunan kata dan diksi kalimat Al-Qur'an yang begitu tertata, nada dan langgamnya mengalahkan puisi dan prosa manapun di dunia (h. 123), kita juga akan bertemu dengan beragam contoh ayat-ayat yang mampu memuaskan para pemikir dan juga orang kebanyakan. Seperti kata Quraish dalam buku ini "jika membaca suatu artikel, anda boleh jadi menilainya sangat dangkal, boleh jadi juga sebaliknya, sehinga tidak dapat dikonsumsi oleh orang kebanyakan, Al-Quran tidak demikian. Bisa jadi orang awam akan merasa puas dan memahami ayat-ayat yang sama dapat dipahami dengan luas oleh filosof dalam pengertian baru yang tidak terjangkau oleh orang kebanyakan" (h.127)
Ketika kita menelaah mukjizat Al-Quran dari sisi isyarat ilmiah, kita akan menemukan banyak sekali isyarat ilmiah yang ditampilkan oleh Al-Qur'an. Satu contoh misalnya kita temukan istilah biologi zat klorofil yang di dalam istilah Al-Quran disebut dengan 'Asy-syajar Al-Akhdar' (zat hijau daun) dimana setelah melalui proses fotosintesis melalui cahaya matahari sebagai sumber energi, ketika cahaya ini sampai ke daun atau pohon, klorofil itu menangkap cahaya (energi) yang kemudian ditransfer ke tubuh manusia melalui makanan sebagai bahan bakar atau energi (h.130).
Mukjizat dari segi pemberitaan gaib dapat dilihat pada misalnya bukti arkeologis kota Iram hasil ekspedisi Nicholas Clapp di Gurun Arabia selatan pada tahun 1992. Nikholas dan kawan-kawannya menemukan bangunan segi delapan dengan dinding-dinding dan menara-menara yang tinggi mencapai 9 meter. Hal ini telah disebutkan terlebih dahulu oleh Al-Qur'an dalam suart Al-Fajr (89):7 "penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi" (h. 204).
Membaca buku ini, bagai mengembara dalam lautan ilmu yang amat luas, Gaya analisisnya yang khas dari sosok M. Quraish Shihab menambah bobot buku ini layak dibaca siapapun. Selamat membaca! [Zayadi] |