Ketika membaca pengantar buku ini, sesungguhnya cukup jelas apa yang menjadi tujuan hadirnya buku ini di tengah-tengah pembaca. Yaitu, untuk menjawab beberapa tuduhan dan fitnah yang tidak berdasar yang ditujukan kepada nabi agung Islam, Nabi Muhammad SAW. Buku berisi kumpulan tulisan dari ulama’ulama yang memang kompeten di bidangnya ini menjadi sebuah tangkisan dari serangan para penista Islam mengenai profile sesungguhnya eksistensi dan perilaku nabi, serta konteks sejarah yang diciptakan nabi sehingga melahirkan sebuah peradaban manusia di muka bumi yang tiada tara.
Buku ini dengan gayanya tersendiri mengajak pembaca untuk berdialog dengan nalar sadar mengenai beragam persoalan tentang manusia teragung di muka bumi, beberapa dialog yang masih hangat untuk dihidangkan kehadapan pembaca antara lain adalah mengenai poligami ala Nabi Muhammad, dan anggapan bahwa Islam disebarkan dengan pedang alias dengan jalan kekerasan. Dua tema di atas dipilih sebagai sampel diantara tema-tema lainnya yang memang up to date pada ranah pemahaman kita akan nabi Muhammad SAW, kedua tema tersebut dipilih karena memang sedang marak-maraknya didengungkan dan didiskusikan terkait dengan fenomena poligami dan fenomena radikalisme Islam.
Buku terbitan Lentera Hati edisi 2009 ini memaparkan dengan tuntas hal ihwal nabi melakukan pernikahan dengan banyak wanita. Konteks sosial dan alasan nabi melakukan praktek poligami dengan satu-persatu istrinya ini diulas tuntas. Mulai dari istri keduanya Saudah binti Zam’ah yaitu istri nabi pasca meninggalnya Khadijah ra, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsyah binti Umar, Ummu Salamah binti Zad ar-Rakib, Zainab binti Jahsy, Juwairiyah binti al-Harits Khuza’iyah, Sofiyah binti Huyay, Ummu Habibah binti Abi Sufyan, dan istri nabi yang terakhir atau istri kesembilan yaitu Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyyah.
Konteks sosial dan alasan mengapa nabi menikahi kesembilan perempuan-perempuan di atas terangkum dalam satu kalimat saja yaitu, li izzah al-islam wa al-muslimin (untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat agama Islam dan kaum muslimin), bukan untuk kepentingan lainnya, semisal karena untuk mengumbar nafsu birahi, dan tuduhan-tudahn hina lainnya yang di alamatkan kepada nabi Muhammad. (h. 67-89)
Pada ujung pembahasan buku karya Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq, mantan Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Al-Azhar Mesir yang kini menduduki jabatan Mentri Waqaf Republik Arab Mesir serta Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir ini diulas mengenai perang dan makna jihad. (h. 139). Pertama pembaca diberi pemahaman mengenai perang dalam tataran teoritis, yaitu konsep-konsep perang persfektif al-Qur’an, serta dilengkapi pula dengan hadits-hadits nabi sebagai penjelasnya. Dari untaian kajian teoritis ini kemudian terangkum apa sebenarnya tujuan kita melakukan perang, alasan-alasan kita melakukan perang, syarat serta aturan ketika hendak melakukan perang, serta makna jihad yang sesungguhnya menurut persfektif kitab Allah al-Qur’an. Kedua kemudian diberikan i’tibar perang-perang yang dilakukan Nabi dalam tema perang dalam tataran praktis. (h. 161). Diulas juga perang dalam konteks pembicaraan kitab suci terdahulu, perang dalam kitab perjanjian lama dan juga perjanjian baru, serta preview perang pada bangsa arab pra Islam serta reasonable dilakukannya perang oleh nabi.
Buku yang diberi title shalawat dan salam untuk manusia teragung ini, cocok dikonsumsi oleh siapaun yang ingin menguak lebih jauh sosok manusia agung pilihan Allah, sosok Muhammad SAW yang tidak bisa didiskualifikasi oleh isyu apapun, semisal isyu nabi meninggal karena diracun (h.63), nabi pernah berusaha bunuh diri (h.91), muhammad hampir tergoda dengan tawaran dari kaum bani tsaqif akan niat keimanan mereka kepada Islam (h. 117), dan kemasqulan-memasqulan lainnya. Profile lima orang kontributor buku ini juga dapat anda jumpai pada halaman belakang buku ini.
Buku ini akan semakin nikmat dibaca jika sebelumnya anda telah membaca buku karya Zaqzouq lainnya yang juga diterbitkan oleh Lentera Hati, edisi Juni 2008 yang berjudul "Islam dihujat Islam menjawab, tanggapan atas tuduhan dan kesalahpahaman". Jadi, selamat membaca! [Zayadi] |