[ DAFTAR AGENDA ]
Kajian Keislaman Cenderung Geser ke Hal Pragmatis
Tgl Pelaksanaan : 14/01/2010 - 14/01/2010 Lokasi : Jakarta, Indonesia
Kajian-kajian keislaman di Indonesia belakangan ini cenderung bergeser pada hal-hal yang pragmatis. Ini ditegaskan Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama, Prof Dr. Nasaruddin Umar, pada peluncuran Buku Indeks Hadits dan Syarah oleh Buya H. Muhammad Alfis Chaniago di Gedung MUI Jakarta, Kamis (14/1) lalu.
Liputan Kegiatan
Republika (Kamis, 14 Januari 2010),
Kajian-kajian keislaman di Indonesia belakangan ini cenderung bergeser pada hal-hal yang pragmatis. Ini ditegaskan Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama, Prof Dr. Nasaruddin Umar, pada peluncuran Buku Indeks Hadits dan Syarah oleh Buya H. Muhammad Alfis Chaniago di Gedung MUI Jakarta, Kamis (14/1) lalu. Dicontohkan Nasaruddin, kajian-kajian keislaman belakangan ini sebatas pada masalah-masalah seperti ekonomi, perbankan, hukum internasional dan lainnya.
''Memang, kita akui bahwa masalah-masalah tersebut juga penting. Namun kajian-kajian keislaman terhadap persoalan-persoalan klasik kontemporer terasa kurang,'' tegas Nasaruddin. Menurutnya, selain kajian-kajian yang sifatnya konseptual, juga tetap diperlukan kajian-kajian kontekstual.
Lebih lanjut diungkapkan Nasaruddin bahwa Islamisasi adalah suatu proses berkelanjutan atau on going process. Islamisasi adalah suatu proses yang tidak pernah berhenti. Kajian-kajian Islam ii tentunya juga sangat membantu umat dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan keumatan sehari-hari, walaupun tidak sepenuhnya dapat teratasi dengan baik. ''Misalnya persoalan menurunnya tingkat indeks kesehatan, menurunnya tingkat kompetisi serta problem-problem kemiskinan dan kebodohan,'' papar Nasaruddin.
|